Tips Fotografi : Memahami Penggunaan Dial Menu Kamera No ratings yet.

Tips fotografi yang akan saya tulis pada kesempatan kali ini adalah tentang bagaimana pengoperasian menu dial pada kamera digital, terutama dslr atau mirrorless. Kedua kamera ini memang memiliki teknologi yang berbeda secara garis besar, namun untuk menu-menunya, terutama menu dial pada kamera tersebut memang hampir sama. Sebelum menjelaskan tips fotografi kali ini, saya akan memberi tahu dimanakah menu yang akan saya bahas tersebut pada kamera pembaca sekalian.

Gambar di atas (header artikel ini) memperlihatkan sebuah menu dial pada atas kamera. Di dalam menu tersebut terlihat beberapa ikon yang menunjukkan menu yang sedang dipilih dan kita gunakan dalam memotret. Sebenarnya menu-menu tersebut sengaja dimunculkan di atas kamera untuk mempercepat dan mempermudah kita untuk mengganti-ganti menu tanpa harus masuk ke dalam layar dengan cara memenceti tombol yang ada pada body kamera kita satu per satu. 

Pada umumnya, menu tersebut tampil ikon huruf M, A, S, P dan lain sebagainya. Untuk setiap seri kamera, tentu saja menu yang tertulis akan berbeda pula. Misal untuk menu Auto yang sering dituliskan A pada beberapa kamera, ada produsen kamera digital lain yang menggunakan istilah Av sebagai A (Auto). Lalu untuk mode P, salah satu produsen kamera menggunakan istilah Tv. Memang istilah tersebut nampak berbeda, namun pada pengoperasian serta kegunaannya adalah sama persis.

Untuk kesempatan kali ini, saya mencoba mengulas satu per satu menu tersebut untuk digunakan dalam berbagai kebutuhan pemotretan. Lalu, manakah yang lebih baik? Tentu saja saya akan menjawabnya semua menu tersebut baik, karena menu-menu tersebut diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pemotretan yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi di lapangan. 

  • Menu M (Manual)

Menu pemotretan ini mengandalkan kemampuan penuh si fotografer untuk menggunakan ISO, speed, dan diafragma yang dipakai untuk pemotretan. Sehingga kecerdasan kamera yang dibenamkan akan dikontrol penuh oleh si fotografer itu sendiri. Saya sering menggunakan mode ini untuk pemotretan dengan ketelitian yang tinggi, misal adalah memotret landscape photography atau memotret model bahkan foto prewedding. Dalam menu Manual ini, kita berhak secara penuh mengatur seberapa cepat dan lambat gerakan rana kamera untuk membuat sebuah foto yang unik. Serta seberapa lebarkah diafragma yang dibuka serta seberapa kuatkah intensitas cahaya yang akan ditangkap (ISO). Dalam prakteknya semisal kita akan memotret pemandangan di pantai. Saya ingin memotret pemandangan tersebut agar lebih kalem atau lembut sehingga aliran air pantai tersebut seperti kapas. Sehingga saya harus mengeset manual speed pada kamera saya, tentu salah satu caranya adalah dengan mode M tersebut. Jika kita memotret dengan mode A, maka hasil dari gambar kamera akan dikira-kira oleh si kamera yang kita punyai. Biasanya kamera akan menitikberatkan pada kejelasan gambar atau asal terang.

  • Menu A atau Av (Auto)

Selanjutnya adalah mode A (Auto) adalah mode aman yang mengandalkan kekuatan dan kecerdasan kamera untuk mengambil sebuah gambar. Biasanya kamera akan memperkirakan berapa ISO, diafragma, serta speed yang pantas untuk memotret suatu scene. (referensi hubungan ISO, speed, dan diafragma). Menurut saya, mode ini cocok untuk pemotretan cepat dan instan misalnya adalah memotret jurnalistik serta street photography. Mode Auto ini menghasilkan foto aman yakni foto yang terang dan jelas. Jika kita dalam keadaan serba cepat dan mungkin akan ketinggalan moment jika kita sering mengganti-ganti ISO, shutter speed, dan diafragma. Maka saya lebih merekomendasikan menggunakan menu Auto, agar tidak melewatkan moment atau kejadian yang sedang kita liput. Moment yang berharga dan serba cepat biasanya susah untuk kita ulangi lagi atau kita reka dalam fotografi jurnalistik atau street photography. Maka dari itu saya sering menggunakan mode Auto ini pada pemotretan liputan jurnalistik dan street photography.

  • Mode S atau Tv (Shutter Speed Priority)

Mode selanjutnya adalah mode S atau di kamera lain sering disebut Tv adalah mode yang memprioritaskan pada kecepatan shutter kamera. Apakah kita sering mendengarkan suara klik atau cekrek pada kamera? Jika iya, maka mode ini adalah salah satu mode yang tepat untuk mempercepat atau memperlambat “shutter speed” atau suara “cekrek” tersebut. Mode ini memanjakan kita agar tidak terlalu pusing memikirkan ISO dan diafragma yang pas saat memotret, karena mode S ini akan menyesuaikan sendiri seberapa pas ISO dan diafragma untuk memotret, sehingga kita hanya berfokus pada kecepatan shutter saja.

  • Mode P (Program)

Mode selanjutnya yang dibahas dalam tips fotografi ini adalah mode P atau Program. Menu ini hampir sama dengan mode Auto, namun mode Program ini akan sedikit lebih memberikan kita kelaluasaan mengeset menu lain. Misal kita mengeset “shutter speed” yang pas, maka mode P ini selanjutnya akan mengatur diafragma yang cocok dengan “shutter speed” yang kita set tadi. Sehingga penyesuaian diafragma akan dipikirkan sendiri oleh si kamera yang kita punyai. Sehingga gambar yang dihasilkan akan baik dan terang dengan menggunakan mode ini.

Sebenarnya masih banyak sekali menu-menu dalam melakukan kegiatan fotografi disamping ke-4 menu di atas. Namun saya sebagai penulis mencoba menjelaskan apa yang saya pahami dan biasanya ditanyakan oleh penghobi fotografi tentang apa perbedaan menu M, A, S, dan P tersebut. Jika pembaca blog saya memiliki komentar atau ingin menambahkan pendapatnya, jangan lupa untuk menuliskannya di kolom komentar. Sehingga pembaca yang lain akan semakin paham ketika membaca tips fotografi dari blog saya ini.




Please rate this

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *