Kamera Mirrorless atau DSLR? Simak Tips Ini Sebelum Membeli Kamera Idaman No ratings yet.

Kamera mirrorless lahir dari perkembangan teknologi kamera dslr dengan tujuan agar lebih ringkas dalam pengoperasian, hingga fitur-fitur baru yang dibenamkan ke dalam kamera tersebut akan semakin memanjakan penggunanya. Ragam merk, bentuk, hingga harga dapat membuat kita sebagai konsumen menjadi bingung. Sebaiknya membeli kamera seperti apa? Untuk membahas topik tersebut, kami mencoba membandingkan dua jenis kamera yang sering digunakan oleh fotografer profesional atau penghobi, yaitu kamera mirrorless dan kamera dslr. Kamera dslr sesungguhnya adalah kamera yang menggantikan fitur kamera manual yang menggunakan film untuk menghasilkan gambar. Kira-kira dlsr pertama setelah era kamera analog film muncul sekitar tahun 1989 yaitu DS-X oleh Fuji di Jepang. Kamera dslr menggunakan media penyimpanan di dalam kartu memori atau sd card. Sehingga gambar yang direkam dapat secara langsung dilihat melalui layar dan menghapusnya jika kita merasa kurang sreg dengan hasil jepretan kita. Jika kita menggunakan film analog, kita tidak dapat melihat foto-foto yang telah kita ambil dan menghapus gambar yang ada di rol film tersebut. Itulah mengapa kamera dslr diciptakan untuk memenuhi kekurangan yang ada di kamera analog.

Lalu sekitaran tahun 2004 muncul kamera dari Epson dengan nama Epson R-D1 yakni  kamera  mirrorless pertama yang diciptakan. Namun kemunculan kamera  mirrorless ini tidak langsung booming. Pada sekitar tahun 2008, Panasonic membuat kamera mirorless dengan nama Panasonic Lumix DMC-G1. Setelah titik ini selanjutnya merk-merk lain menyusul mengeluarkan brand kamera dengan konsep mirrorless.

Sebenarnya apasih beda kamera mirrorless dan kamera dslr? Secara garis besar perbedaan tersebut adalah ketiadaannya dalam kaca pantul  atau sering disebut mirrorbox. Kaca pantul dalam kamera dslr inilah membuat kecepatan shutter speed dalam mengambil gambar tidak bisa lebih cepat. Sehingga diharapkan penggunaan kamera mirrorless mampu meningkatkan kecepatan shutter speed pada kamera.

Lalu saya belum memiliki kamera, saya lebih baik membeli kamera mirrorless atau kamera dslr? Yuk simak tips singkat dari kami di bawah ini.

1. Tentukan tujuan untuk memotret

Kenapa sih kita harus menentukan tujuan memotret sebelum kita membeli sebuah kamera? Sebenarnya penulis lebih ingin menekankan pada ke fleksibelan oenggunaan dua jenis kamera tersebut,  mirrorless atau dslr. Kamera mirrorless lebih kecil dan ringkas dibandingkan dslr, karena dipangkasnya penggunaan kaca pantul pada kamera. Sehingga bobot dan ukuran kamera dapat di-reduksi. Jika anda adalah orang yang mengutamakan ke-fleksibelan, maka penggunaan kamera mirrorless bisa menjadi sebuah pertimbangan. Tentukan juga apakah anda memerlukan fitur-fitur lain yang ada di kamera? Misal adalah wifi, gps, atau fitur lainnya. Kehadiran social media, utamanya Instagram, membuat produsen kamera memasukkan penghubung data nirkabel, wifi. Hal tersebut agar foto-foto yang telah kita ambil dapat langsung kita upload di social media kita. Tentu saja kamera dslr maupun mirrorless sudah mengadopsi teknologi kekinian tersebut. Jika kita sebagai fotografer komersial, prewedding misalnya. Hal tersebut akan sedikit membantu untuk memberikan live view langsung kepada klien atau mentransfer foto kita saat itu juga kepada klien kita saat dilapangan. (Baca juga tips memotret preweding)

2. Tentukan budget maksimal anda untuk membeli sebuah kamera

Di pasaran secara garis besar harga kamera paling murah masih ditempati oleh jenis kamera dslr. Jika pembaca sekalian memiliki budget sekitar 5-jutaan, maka pilihan yang tepat adalah membeli kamera dslr dengan model terbaru. Penulis mencoba mencari kamera mirrorlessdengan harga 5-jutaan, namun kamera mirrorless tersebut bukan kamera baru alias bekas. Jika pembaca ingin mendapatkan barang baru dan bergaransi resmi, maka penulis merekomendasikan untuk membeli kamera dslr yang di pasaran masih mudah ditemukan seharga 5-jutaan. Namun, jika ingin mencicipi rasa dari kamera mirrorless, maka tidak ada salahnya membeli barang bekas kamera mirrorless. Yang perlu diperhatikan adalah kondisi kamera mirrorless tersebut. Coba cek bodi kamera, nomor seri, garansi, serta baut-baut di kamera. Jika merasa kurang yakin, maka tidak ada salahnya mengajak rekan yang lebih paham fotografi untuk mengecek kondisi kamera mirrorless yang akan anda beli.

3. Cek fitur apa saja yang ada pada kamera yang akan dibeli

Sebelum memutuskan membeli sebuah kamera mirrorless atau kamera dslr, kita bisa memeriksa fitur dan fungsi yang ada di kamera tersebut. Banyak fitur-fitur teknologi baru yang kini mempermudah dalam memotret. Misalnya adalah seberapa tinggi rentang ISO, kecepatan maksimal shutter speed kamera, waterproof atau watershield, dan lain sebagainya. Jika merasa bingung, silahkan mencari-cari perbandingan di dpreview atau KenrockWell. Di kedua situ stersebut kita dengan mudah melihat review dan fotur lengkap ari sebuah merk kamera. Sehingga setelah membeli kamera mirrorless atau kamera dslr, kita tidak merasa merugi karena fitur yang dibenamkan ke dalam kamera sangat kurang.

4. Melihat harga aksesoris kamera

Aksesoris kamera mirrorless tentu berbeda dengan aksesoris kamera dslr, walaupun tidak semua. Namun dalam beberapa kasus, aksesoris kamera dslr dapat digunakan dengan baik pada sistem mirrorless. Sebagai contoh adalah lensa kamera dslr yang mampu bekerja di sistem kamera mirrorless, namun tentu saja harus menggunakan sebuah adapter. Lalu apa guna kita mengetahui harga aksesoris kamera yang kita beli? Tentu saja adalah kebutuhan kita memotret di hari ini berbeda dengan beberapa bulan ke depan. Bisa saja kita ingin membeli lensa dengan rentang yang lebih panjang atau lebar. Hal tersebut tentu saja dapat dipantau sebelum kita membeli sebuah kamera. Biasanya, aksesoris kamera dengan teknologi terbaru memiliki harga yang jauh lebih tinggi dengan harga teknologi kamera yang lebih lama ada. Sebagai contoh jika kita membandingkan lensa-lensa telephoto kamera mirrorless dengan kamera dslr, tentu saja akan menemukan perbedaan rentang harga. Disamping itu kualitas dan fitur yang ditawarkan oleh produsen kamera juga berbeda. Kami menyarankan untuk mengecek harga aksesoris kamera, agar dikemudian hari kita sebagai pecinta fotografi tuidak merasa keberatan dengan harga aksesoris kamera yang telah kita beli.

Ke-4 tips singkat di atas dapat menjadi sebuah acuan kita sebagai konsumen untuk memutuskan untuk membeli sebuah kamera mirrorless atau kamera dslr untuk keperluan fotografi kita. Alangkah baiknya jika kita ingin membeli sebuah kamera saat akan memulai hobi atau bekerja di bidang fotografi adalah bertanya pada kawan atau seseorang yang lebih lama mengenal kamera. Tentu saja saran-sarannya akan membuat kita sebagai konsumen lebih mudah memutuskan, kamera dengan sistem apa yang cocok bagi keperluan kita. Jika rekan-rekan sekalian memiliki komentar atau sebuah pertanyaan, jangan lupa untuk tinggalkan di kolom komentar.

Salam Fotografi

Sumber Foto : Instagram




Please rate this

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *